Setiap
hari daku selalu menunggu
Waktu
memang cepat berlaluMenunggu
kabar darimuTak
terhitung berapa lembar kertas kuhabiskanTuk
mengungkapkan semua perasaan yang adaEntah
berapa banyak air mata yang ku teteskanKarena
ku tak bisa mengatakan apa yang kini ku rasakanRaguTentang
perasaan ku terhadapmuSempat
ku ingin pergiTuk
meninggalkan perasaan iniNamun
semua enggan ku lakukanSetiap
ku ingat senyumanmuSetiap
kau datang menghapus rasa rindu di dadaMaaf
dan terimakasihHanya
itu yang bisa ku ucapkanUntuk
semua yang telah kau korbankanBetapa
berat rindu yang kurasakanAndaikan
waktu bisa terulangTakkan
ku biarkan engkau pergiMaafkanlah
aku yang sempat meragukanmuMaafkanlah
kebodohanku yang tak mempercayaimuMalam
gelap pergi digantikan pagiHujan
reda tanda datangnya pelangiTangis
pergi datanglah tawaKarena
ada manis dibalik kecewaItulah
yang kurasaBahagia
yang membaraKarena
engkau ada disampingkuSaat
ini, esok, lusa, bahkan terusBEDA
Setiap
hari daku selalu menunggu
Waktu
memang cepat berlaluMenunggu
kabar darimuTak
terhitung berapa lembar kertas kuhabiskanTuk
mengungkapkan semua perasaan yang adaEntah
berapa banyak air mata yang ku teteskanKarena
ku tak bisa mengatakan apa yang kini ku rasakanRaguTentang
perasaan ku terhadapmuSempat
ku ingin pergiTuk
meninggalkan perasaan iniNamun
semua enggan ku lakukanSetiap
ku ingat senyumanmuSetiap
kau datang menghapus rasa rindu di dadaMaaf
dan terimakasihHanya
itu yang bisa ku ucapkanUntuk
semua yang telah kau korbankanBetapa
berat rindu yang kurasakanAndaikan
waktu bisa terulangTakkan
ku biarkan engkau pergiMaafkanlah
aku yang sempat meragukanmuMaafkanlah
kebodohanku yang tak mempercayaimuMalam
gelap pergi digantikan pagiHujan
reda tanda datangnya pelangiTangis
pergi datanglah tawaKarena
ada manis dibalik kecewaItulah
yang kurasaBahagia
yang membaraKarena
engkau ada disampingkuSaat
ini, esok, lusa, bahkan terusBEDA

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus